|
untuk mencegah saluran air
tersumbat setelah hujan lebat membanjiri Guwahati, yang
melumpuhkan kota selama hampir empat jam
Keputusan untuk melarang
penggunaan plastik dan polythene salah satu langkah yang diambil
untuk mencegah penyumbatan saluran air. Larangan itu akan berlaku
sangat ketat dan akan ada hukuman seperti penjara bagi para
pelanggarnya. Himanta Biswa Sarma, Menteri Pembangunan Guwahati
memberitahu para wartawan.
Larangan tersebut berlaku untuk
tiga bulan di kota Guwahati saja. Kebanyakan, tas plastik dan
polythene yang menyumbat saluran air, katanya
Menteri mengatakan sebuah
rancangan rencana jangka panjang diharapkan akan mulai berlaku bulan
Agustus ini dapat mengurangi masalah tersumbatnya saluran air di
Guwahati dengan sasaran pokok untuk menghentikan masyarakat
membangun rumah dibukit-bukit sekeliling kota, disamping untuk
melestarikan sumber mata air
‘Kalau kita tidak bisa
menstabilkan bukit dan mencegah pengrusakan atas bukit-bukit dan
menciptakan daerah yang sensitip terhadap lingkungan disekitar
Guwahati, masalah penyumbatan akan terus berlanjut. Seberapa banyak
saluranpun tidak akan menyelesaikan permasalahannya
“Jikalau kita hendak menyelamatkan
Guwahati dari banjir dan genangan air, kita harus menerapkan rencana
master plan tersebut dan mengambil langkah guna mencegah bukit-bukit
itu dijadikan hunian. Mereka yang tinggal dibukit-bukit selama 15
tahun tidak akan terkena peraturan tersebut” Demikian kata sang
menteri
Sumber: India
eNews |